MASALAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
MASALAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Oleh: A. ALDY ANWAR, BIL QALAM
BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM.
1. Pendidikan merupakan proses budaya yang berlangsung
menurut paradigma dan tata nilai tertentu, serta dalam kerangka kebudayaan
dan peradaban tertentu. Karena pendidikan menyangkut manusia dan nilai,
nilai dalam aneka wujudnya dan unsurnya, dengan informasi yang berkadar nilai
selaku sarana dan wahana nilai, serta energi dan materi yang selaku sumberdaya
bagi sarana dan wahana nilai. Pendidikan adalah proses alih nilai, secara
tersaring, terkendali dan terarah, dari lingkungan budaya kepada peserta didik,
serta penyerapan dan pemantapan nilai-nilai yang membentuk identitas budaya
pada diri peserta didik itu.
2. Begitu pula halnya dengan apa yang dinamakan "Pembangunan"
yang juga proses budaya, walau dalam wujudnya seperti yang di Indonesia ini
lebih merupakan proses politik dengan kadar proses ekonomi yang tinggi.
3. Tetapi keduanya, Pendidikan dan Pembangunan, ternyata dapat tidak sejalan
karena masing-masing dalam kenyataannya bertolak dari paradigma dan tata nilai
yang berlainan, dan bahkan ada dalam kerangka kebudayaan dan peradaban yang
berlainan.
4. Lebih-lebih di Indonesia yang merupakan suatu lingkungan budaya majemuk,
tempat berlaku sekaligus aneka tata nilai budaya yang berlainan,
kesenjangan antara Pendidikan dan Pembangunan dapat lebar sekali.
5. Kesenjangan ini semakin jelas karena dalam kenyataannya Pendidikan masih
merupakan proses yang berlangsung terutama "dari bawah", sedangkan
Pembangunan baru merupakan proses yang berjalan terutama "dari atas".
6. Pembangunan sebagai yang ada kini di Indonesia masih lebih merupakan
proses budaya institusional dan nasional, yang diatur oleh Pemerintah lewat
institusi-institusi politik dan birokrasi. Pemerintah jadi subyek dan rakyat
jadi obyek.
7. Sedangkan Pendidikan sampai kini lebih merupakan proses budaya individual
dan komunal, disamping juga proses institusional yang semakin meningkat, yang
diselenggarakan oleh rakyat, walau yang institusional semakin mau diatur oleh
Pemerintah.
8. Seharusnya proses pendidikan yang institusional itu merupakan peningkatan,
perpaduan dan pelembagaan proses budaya pendidikan yang individual dan komunal.
Sedangkan proses pendidikan yang nasional merupakan pengembangan dan perpaduan
itu semua, yang individual, komunal dan institusional.
9. Di Indonesia sekarang, proses pendidikan "dari bawah" yang
institusional ternyata makin bergeser jadi proses ekonomi yang komersial.
Sedangkan proses pendidikan yang "dari atas" masih lebih merupakan
proses politik yang ideologis dan birokratis.
10. Dialektika antara proses pendidikan "dari bawah" oleh rakyat
dan yang "dari atas" oleh Pemerintah itulah yang sebetulnya akan
menghasilkan proses budaya pendidikan nasional yang sebagai keseimbangan
dan perpaduan antara proses "dari bawah" dan "dari atas" itu.
11. Dan akhirnya akan terbentuk suatu proses budaya pendidikan yang integral,
sebagai keterkaitan dan perpaduan proses yang individual, komunal, institusional
dan nasional.
12. Lalu dimanakah posisi Pendidikan Ummat Islam di Indonesia
kini ??
13. Ternyata Pendidikan Ummat Islam di Indonesia kini masih lebih
merupakan proses budaya "dari bawah" yang bercorak individual, komunal
dan institusional oleh masyarakat yang Muslim, disamping ada juga yang
"dari atas" yang institusional oleh Pemerintah.
14. Dalam menyelenggarakan Pendidikan Ummat Islam yang berupa proses
budaya individual, komunal dan institusional itu masyarakat yang Muslim bertolak
dari lingkungan budaya Muslim, yang bersumberkan dan berindukkan lingkungan
budaya Islam. Sedangkan Pemerintah menyelenggarakan Pendidikan Ummat
Islam sebagai bagian Pendidikan pada umumnya yang bertolak dari lingkungan
budaya majemuk Indonesia yang berasas tunggal Pancasila.
15. Perlu dicatat bahwa asas Pancasila yang disebutkan sebagai asas tunggal
itu dalam kenyataannya masih merupakan asas politik dan belum asas ekonomi
apalagi asas budaya. Sebagai asas budaya, seharusnya Pancasila dapat berfungsi
selaku asas bhineka tunggal ika budaya dalam lingkungan budaya majemuk
Indonesia. Ini akan memberikan peluang terbuka yang wajar, sehat dan adil bagi
kehadiran dan peranan lingkungan budaya Muslim pada umumnya dan lingkungan
budaya Islam pada khususnya dalam ikut menentukan wujud dan wajah lingkungan
budaya majemuk Indonesia.
16. Perlu kita bedakan secara jelas antara Pendidikan Islam dan
Pendidikan Muslim. Pendidikan Islam adalah proses budaya yang
berlangsung dalam lingkungan budaya Islam menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah
dan bertujuan membentuk identitas budaya Islam yang Islam
Kaffah. Sedangkan Pendidikan Muslim berlangsung dalam lingkungan
budaya Muslim, yang belum utuh dan penuh mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah,
dan bertujuan membentuk identitas budaya Muslim, yang belum Islam kaffah.
17. Ternyata dapat pula dibedakan antara 2 corak Pendidikan Muslim. Yaitu
yang bertolak dari dan bertujuan kembali kepada lingkungan budaya Islam
dan identitas budaya Islam. Ini yang ditemukan pada proses pendidikan
Muslim yang "dari bawah", yang oleh masyarakat yang Muslim, seperti
contohnya oleh Jama'ah Remaja Masjid. Dan Pendidikan Muslim yang berpangkal di
dan terikat pada lingkungan budaya majemuk Indonesia dan identitas budaya
majemuk Indonesia. Ini ada pada proses pendidikan yang "dari atas",
yang diselenggarakan oleh Pemerintah, terutama lewat birokrasi Departemen Agama.
18. Perbedaan ini menyangkut perbedaan paradigma. Yaitu di satu pihak adalah
paradigma "Meng-Islamkan Indonesia" pada Pendidikan
Muslim yang bertolak dari Pendidikan Islam, dan paradigma "Meng-Indonesiakan
Islam" pada yang termasuk Pendidikan Nasional yang majemuk Indonesia.
19. Menjadi pertanyaan besar, apakah kedua corak Pendidikan Muslim itu dapat
diselaraskan, apalagi dipadukan, ataukah harus dipilih alternatif satu
saja yang paling tepat untuk Indonesia ?
20. Akan bicara tentang yang manakah kita sekarang ini ? Pendidikan
Muslim yang manakah yang sebenarnya kita kehendaki ? Dan yang manakah yang
selayaknya dan yang seharusnya kita garap sekarang ini ? Ataukah kita
niatkan dan ikhtiarkan dahulu untuk mengkaji dan mewujudkan Pendidikan Islam
yang sesungguhnya ? Yaitu Pendidikan Islam sebagai
pendidikan yang berparadigma Islam, dan bertata nilai Islam,
berkebudayaan Islam, berperadaban Islam, dan bukan yang lainnya ???
Mampukah kita ? Sanggupkah kita ?? Siapkah kita ???
Semoga, dengan ridha Allah. Demi syi'ar Islam di Indonesia menjelang tahun
2000 M / 1411 H. Insya Allah.
WA BILLAHIT-TAUFIQ WAL-HIDAYAH.
Jakarta, 12 Ramadhan 1409 H / 18 April 1989 M.
( A. ALDY ANWAR, BIL QALAM )